You are here
Home > Migas > Apa Saja Dampak Positif Dari Proyek PLTU Celukan Bawang?

Apa Saja Dampak Positif Dari Proyek PLTU Celukan Bawang?

Proyek PLTU Celukan Bawang merupakan proyek pembangkit listrik yang menelan biaya mencapai Rp 1,5 triliun. Ini merupakan tahap dua pembangunan pembangkit listrik dengan kapasitas 2×330 MW. Dalam proyek ini terdapat 3 perusahaan yang melakukan investasi, yakni berasal dari Tiongkok, Singapura, dan Indonesia.

Namun meskipun akan menghasilkan pasokan listrik yang besar, proyek PLTU Celukan Bawang tidak masuk dalam Rancangan Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) Nasional 2017-2026 serta Rencana Ketenagalistrikan Daerah Bali.

Meski demikian izin lingkungan hidup sudah diberikan Pemprov Bali sejak April 2017. Izin tersebut guna membangun fasilitas seperti cerobong asap, relay building, turbine, colling water system, perakitar serta pemasangan 150 Kv, dan jaringan transmisi.

Selain itu, adanya izin lingkungan menjadikan proyek PLTU Celukan Bawang aman untuk lingkungan. Bahkan banyak dampak positif yang dapat dirasakan masyarakat sekitar. Wilayah Celukan Bawang akan menjadi lebih terkenal karena adanya kawasan industri.

Sebelumnya wilayah tersebut juga dikenal sebagai kawasan pelabuhan untuk menampung kapal pesiar besar. Sehingga dengan adanya kawasan industri dan pariwisata tersebut, wilayah Celukan Bawang akan diminati banyak investor.

Proyek pembangkit listrik juga diperkirakan dapat menyerap pengangguran di provinsi Bali. Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mengungkapkan jika Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Bali pada 2017 mencapai 1,28%. Padahal pada 2016 angkanya mencapai 2,12%.

Penurunan angka pengangguran tersebut juga seiring dengan perbaikan ekonomi di Bali. Selain sektor pariwisata, sektor industri seperti proyek PLTU Celukan Bawang juga dapat dimanfaatkan untuk membuka lapangan kerja.

Proyek yang rencananya akan masuk dalam sistem kelistrikan Jawa-Bali ini akan membuat wilayah di dua pulau tersebut menjadi stabil.

Bahan baku yang digunakan adalah dengan batubara sehingga dapat menekan biaya produksi. Kebutuhan bahan baku tersebut berasal dari Sumatera dan Kalimantan. Untuk itu, untuk pasokan kebutuhan bahan baku tidak menjadi masalah.

Sebagai info tambahan, dipilihnya wilayah Celukan Bawang ini karena berada di daerah pesisir pantai Utara. Lokasi ini menjadi sangat strategis untuk berbagai proyek industri.

Leave a Reply

Top