You are here
Home > Terkini > PLTA Kayan Bekerja Sama dengan Pelindo IV dan Adhi Karya

PLTA Kayan Bekerja Sama dengan Pelindo IV dan Adhi Karya

PLTA Kayan akan dibangun pada akhir tahun 2019.

PLTA Kayan adalah calon Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) terbesar di Indonesia. Dalam pembangunannya PLTA Kayan akan bekerja sama dengan PT Pelindo IV dan PT Adhi Karya Tbk.

PLTA Kayan, Bagian dari Proyek Strategis

PLTA Kayan sendiri merupakan salah satu bagian dari Proyek Strategis Pemerintah di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Selain PLTA Kayan, di Kaltara juga akan turut dibangun pelabuhan internasional dan juga kawasan industri terpadu.

Pelabuhan, kawasan industri, dan juga PLTA Kayan, ke depannya diharapkan dapat terintegrasi di Kaltara. Sungai Kayan sendiri mempunyai potensi energi listrik hingga 9.000 Megawatt (MW).

Kepala Staf Presiden, Moeldoko, dilansir dari Kumparan.com (15/8/2019)  menyebut jika tujuan dari kerja sama tersebut adalah untuk mengupayakan pembangunan yang lebih maksimal.

“Investasi yang segera dimulai di Kalimantan Utara, yaitu sebuah pembangunan PLTA di Sungai Kayan yang secara agregat nanti jumlahnya nanti 9.000 Megawatt,” kata Moeldoko.

Sungai Kayan (borneotourgigant.com)

Daerah terintegrasi di Kaltara, menurut Moeldoko ke depannya dapat menjadi kawasan industri berskala besar, lengkap dengan PLTA sebagai sumber energi dan juga adanya pelabuhan.

Tidak hanya KSP, melalui kesempatan yang sama, Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie juga turut mengungkapkan, jika kerja sama dengan  Adhi Karya dan Pelindo IV adalah suatu langkah yang strategis.

Pelindo IV sendiri nantinya akan fokus pada pembangunan pelabuhan internasional, sementara itu Adhi Karya akan fokus pada pembangunan PLTA Kayan.

“Tadi sudah dijelaskan oleh Pak Moel, pembangunan PLTA terintegrasi dengan pembangunan kawasan industri dan pelabuhan internasional kita singkat KIPMI yang berlokasi di Kecamatan Tanjung Palas Timur, Bulungan,” ungkap Lambrie.

Lambri juga menyimpulkan jika ke depannya energi listrik yang dihasilkan oleh PLTA Kayan juga dapat disalurkan untuk daerah industri.

“Nanti listrik yang dihasilkan akan dialirkan kesana dan kawasan ini akan dibangun industri-Industri,” ujarnya.

Pembangunan PLTA Kayan sendiri akan berlokasi di di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara). PLTA yang sejak pra-konstruksi sudah dinobatkan sebagai pembangkit listrik terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara tersebut akan memiliki kapasitas total listrik sebesar 9.000 MW.

Pembangunan PLTA Kayan akan melalui lima tahapan dan lima bendungan secara keseluruhan. Pembangunan PLTA Kayan Tahap I yang akan dimulai akhir tahun 2019, ditargetkan dapat menghasilkan listrik sebesar 900 MW.

Leave a Reply

Top