Di tengah keheningan Kecamatan Kampung Laut, terdapat Dusun Bondan, sebuah komunitas kecil di Desa Ujungalang yang telah mengalami transformasi luar biasa. Mengandalkan pasokan listrik dari energi tenaga surya, Dusun Bondan telah beralih dari kegelapan menuju era baru yang lebih cerah dan mandiri energi.

Pada tahun 2017, Dusun Bondan masih termasuk dalam wilayah tertinggal. Kehidupan warga dusun ini kerap kali terganggu oleh banjir rob yang menggenangi tambak-tambak mereka, sumber penghasilan utama masyarakat setempat. Untuk menjangkau dusun ini, diperlukan perjalanan panjang menggunakan perahu kecil dari Dermaga Sleko yang berlokasi dekat Pulau Nusakambangan.

Saat malam tiba, dusun ini hanya diterangi oleh pelita minyak tanah. Air bersih menjadi barang langka dan mahal karena harus dipasok dari luar daerah, membuat fasilitas umum seperti mandi, cuci, kakus (MCK) sangat terbatas.

Situasi berubah pada tahun 2016 ketika PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Cilacap, bersama dengan tokoh pemuda lokal, Mohamad Jamaludin alias Jamal, memulai inisiatif untuk mengangkat Dusun Bondan dari keterbelakangan. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) yang mereka kembangkan, analisis potensi energi surya dan angin menjadi dasar pengembangan proyek inovatif bernama E-Mas Bayu & E-Mbak Mina.

Program E-Mas Bayu merupakan akronim dari Energi Tenaga Surya dan Angin, dirancang untuk memberikan energi terbarukan kepada masyarakat Dusun Bondan. “Tujuan dari program ini adalah agar masyarakat di dusun tersebut bisa mendapatkan energi untuk penerangan kehidupan mereka,” jelas Edward Manaor Siahaan, Manager CSR dan SMEPP PT KPI.

“Ini adalah bagian dari komitmen Pertamina untuk mengembangkan energi bersih yang ramah lingkungan,” tambahnya.

Sebagai bagian dari program ini, PT KPI memberikan bantuan berupa prototipe Hybrid Energy One Pole (HEOP) yang mengonversikan energi surya dan angin menjadi listrik. Prototipe awal HEOP mampu menyediakan arus listrik searah (DC) untuk 14 titik sambungan di dusun tersebut. Selain itu, panel surya tambahan dipasang di lokasi-lokasi yang jauh dari prototipe HEOP, meningkatkan akses listrik di dusun tersebut.

Pada tahun 2018, PT KPI bersama Politeknik Negeri Cilacap (PNC) mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida (PLTH) dengan daya 6.000 Watt Peak (WP), yang terdiri dari 5 kincir angin dan 12 panel surya. Proyek ini diresmikan oleh Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup pada 5 Maret 2019, menandai awal era baru bagi Dusun Bondan.

Dusun Bondan kini bersinar dengan energi terbarukan, memberikan harapan baru dan membuktikan bahwa dengan kemauan dan dukungan yang tepat, perubahan yang signifikan dapat tercapai bahkan di wilayah yang paling tertinggal sekalipun. Transformasi ini tidak hanya meningkatkan kualitas hidup warga dusun tetapi juga menunjukkan potensi besar energi tenaga surya sebagai solusi untuk wilayah-wilayah terpencil di Indonesia.

Demikian informasi seputar potensi energi tenaga surya di Dusun Bondan. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di Androidbo.Com.